Pages

Minggu, 06 Mei 2012

MENUMBUHKAN MINAT BACA



CARA MENUMBUHKAN MINAT BACA


Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memanfaatkan waktu. Agar bertambah besar minat membaca kita, maka harus diperhatikan hal-hal berikut ini :

A. Konsentrasi saat membaca
Muslim yang ingin membaca suatu buku tertentu, maka ia harus memusatkan pikiran dan kedua pandangannya tertuju pada halaman yang dihadapinya. Mengosongkan hati dari berbagai hal yang dapat mengganggu ketika hendak menerima ilmu. Sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah : " Begitulah, orang yang melihat sesuatu tanpa hati atau mendengar kalimat2 para ulama tanpa hati, ia tidak akan mendapatkan apa-apa, sebab pusat segala perkara berada di hati. Disinilah tampak rahasia dari firman Allah :

" Apakah mereka tidak berjalan di muka  bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu ia dapat memahami ..." (QS.Al-Hajj : 46)

Inilah cara pertama bahkan yang terpenting di dalam menumbuhkan minat baca, yakni membaca dengan penuh konsentrasi dan memahami apa yang sedang dibaca.


B. Pengamalan terhadap apa yang dibaca
Mengamalkan apa yang telah dibaca adalah satu cara untuk mengokohkan ilmu di dalam hati dan akal, sekaligus menjadi pendorong untuk mencinntai ilmu. Ibnu Qayyim berkata : "Beramal adalah hasil dari benih ilmu. Maka apabila keduanya berkumpul, maka akan menghasilkan kebahagiaan dan apabila berpisah yang satu dengan yang lain, maka tidak memberikan sesuatupun hasil ".

Karenanya, kita harus menterjemahkan apa yang telah kita baca ke dalam realita kehidupan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi SAW, dimana Al-Quran adalah akhlak beliau.

C. Membaca materi yang disukai secara bertahap, sedikit demi sedikit dalam menuntut ilmu.

praktek kimia terapan


Cara membuat Sabun Mandi
> Bahan-Bahan yang dibutuhkan :
1. Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak
Jagung, Minyak Kedelai…
2. NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.
3. Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.
4. Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau lainnya.
5. Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
6. Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat “trace”.
> Alat-alat yang dibutuhkan :
1. Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
2. Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
3. Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
4. Botol plastik - Untuk wadah air.
5. Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
6. Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
7. Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH dan mengaduknya.
8. Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH dengan air.
9. Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
10. Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
11. Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
12. Cetakan.
13. Blender dengan tutupnya.
> 14. Kain - Untuk menutup blender.
Cara pembuatan :
1. Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk  menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik
tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun  yang bulat.

Ø 2 (dua) Resep Sabun Cair :
Resep#1 - sabun cair
340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna (Proses Pada Suhu ruangan)

Recipe#2 - sabun cair
340 g Soybean Oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
Ø 2 (dua) Resep Sabun Padat :
Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna (Proses Pada Suhu ruangan)
Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)



1. Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
2. Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
3. Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
4. Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
5. Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda. Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
6. Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
7. Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan, potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.




Semoga bermanfaat ...

Contoh LAPORAN WAWANCARA


LAPORAN WAWANCARA
A . HASIL WAWANCARA

 A: Sejak kapan ibu Asih berjualan buah pisang ?
B:  Ibu berjualan sekitar 15 tahunan.

A: Oh, begitu ya. Berarti sudah sangat lama ? dimana ibu berjualan buah pisang  ?
B: 
Biasanya ibu pagi – pagi sekali sudah berangkat ke pasar Dlanggu yang  jaraknya lumayan jauh, tapi kalau ada orang, atau tetangga ingin   membeli buah pisang, langsung bisa juga datang ke rumah saya.

A : Emm, mengapa sih ibu Asih memilih berjualan buah pisang ini ?
B : Iya, dulu sebenarnya sebelum berjualan pisang, ibu jualan sembako di rumah. Tapi, karena banyak tetangga yang hutang dan tidak di kembalikan , jadi ibu memilih berjualan pisang, dan karena pisang  salah satu buah favorit orang Jawa. Sedikit sekali yang  tidak suka buah pisang, kebanyakan orang menyukai karena dari segi vitamin yang terkandung dalam buah pisang, dan harganya terjangkau, bisa di beli semua kalangan.

A: Bagaimana suka duka ibu dalam berjualan selama belasan tahun ini ?
B :
Yang pastinya banyak , salah satunya ya mungkin pasang surutnya para pembeli karena banyaknya saingan para pedagang buah pisang.

A: Siapa yang membuat ibu Asih tetap semangat, bertahan untuk berjualan pisang ?
B:
Yang pastinya untuk keluarga, membantu bapak mencari nafkah, untuk anak –anak dan seorang cucu (hehehe).

A: Lalu setelah ibu berjualan bertahun – tahun yang cukup lama, apa yang ibu cita – citakan atau harapan ibu untuk kedepannya ?
B :
Ibu merasa senang dengan pekerjaan ini, ibu ingin menjadi pedagang besar. Tapi ibu tetap bersyukur atas karunia dan nikmat yang  telah di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

B.   HARI :    Senin

C.   WAKTU :        16.00 - selesai

D.   TEMPAT :      Rumah ibu Asih

E.   NARASUMBER :   Ibu Asih

F.   PEWAWANCARA :  Frantusy putri liani

G.   TOPIK : profesi pedagang buah pisang
H.   JUDUL :     Pedagang buah pisang

I. HASIL WAWANCARA (paragraf)
PEDAGANG BUAH PISANG
Fajar pagi yang cerah adalah awal yang indah untuk memulai segala macam aktivitas. Karena pagi hari itu masih sangat hening dan sepi, sehingga akan membawa dampak positif terhadap otak kita. Seperti itu juga efeknya jika seorang pedagang memulai rutinitasnya di pagi hari, kata mereka jika ingin mendapat banyak rejeki maka bangunlah pada pagi hari.
Seorang yang bangun pada pagi hari dan memulai aktifitasnya itu adalah ibu pedagang buah pisang. Ibu itu bernama ibu asih. Ibu asih berangkat pagi-pagi sekali dari rumahnya Ibu asih dan suaminya dikaruniai dua orang anak , laki-laki dan perempuan. Anak perempuan sudah menikah dan dikaruniai satu putri. Sedangkan, anak laki-lakinya masih duduk di bangku SMA.  Jadi Ibu Asih memiliki satu cucu.
Ibu Asih telah berdagang buah pisang di pasar Dlanggu selama 15 tahun. Menurut ibu Asih 15 tahun bukanlah suatu waktu yang singkat. Pahit dan getirnya berjualan buah pisang sudah dirasakan ibu  Asih. Tetapi ibu Asih pantang menyerah. Dia begitu gigih berjuang demi keluarganya. Sebelum berdagang pisang ibu Asih pernah berjualan sembako di rumahnya. Tetapi karena dagangannya banyak yang dihutang oloh tetangganya dan kadang tidak dikembalikan maka  beralih profesi menjadi pedagang buah pisang. Ibu Asih memilih berjualan buah pisang karena menurutnya pisang adalah salah satu buah favorit orang Jawa, Sedikit sekali orang yang tidak suka buah pisang, kebanyakan orang menyukai karena dari segi vitamin pisang adalah buah yang mengandung berbagai macam vitamin, selain itu pisang harganya terjangkau jadi bisa dibeli oleh orang  kalanagan  manapun.
Pendapat  ibu Asih mengenai pekerjaannya bahwa berdagang ini adalah pekerjaan yang menyenangkan. Ibu Asih merasa senang berjualan karena menurutnya dengan melakukan ini dia telah membantu orang untuk menjadi lebih bahagia hidupnya. Karena dia pernah mendengar suatu ilmu dari radio bahwa makan pisang bisa mengaktifkan suatu  hormon penyebab gembira. Jadi singkatnya jika makan pisang bisa membantu kita menjadi pribadi yang ceria,akhirnya menjadi bahagia.
Sebagai seorang pedagang buah pisang tentu Ibu Asih memiliki sebuah cita-cita. Ibu Asih bercita-cita ingin menjadi orang sukses. Jadi Ibu Asih ingin menjadi pedagang pisang yang sukses atau menjadi pedagang pisang besar. Tapi dari semua yang telah ada, ibu Asih tetap bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa.